|
Jakarta (Kawafi) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Jumat 8 januari 2010 di Istana Negara Jakarta mencanangkan gerakan nasional wakaf uang yang dikelola oleh Badan Wakaf Indonesia.
Acara yang berlangsung mulai pukul 10:00 WIB tersebut dihadiri Ketua Badan Pelaksana Badan Wakaf Indonesia (BWI) Tholhah Hasan, Menteri Agama Suryadharma Ali, Mensesneg Sudi Silalahi, Menkominfo Tifatul Sembiring, Meneg BUMN Mustafa Abubakar, Sekretaris Kabinet Dipo Alam dan sejumlah pejabat negara lainnya. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama Ibu Negara Kristiani Yudhoyono memberikan wakaf uang senilai Rp 100 juta. Wakaf uang itu diberikan melalui lembaga syariah, yang disaksikan oleh Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Tolchah Hassan, seusai mencanangkan Gerakan Nasional Wakaf Uang di Istana Negara, Presiden berharap, pengelolaan wakaf uang dilakukan dengan transparan dan bertanggung jawab. "Saya meminta Menteri Agama melakukan penataan dan bantuan melalui BWI. Tingkatkan koordinasi, sinergi dan integrasi, serta fasilitasi dan lakukan audit yang independen," kata Presiden. Menurut Presiden, gunakan teknologi yang ada untuk mendayagunakan aset yang besar ini dengan administrasi yang tepat. Presiden menambahkan, Indonesia dengan jumlah penduduk mayoritas Muslim merupakan potensi yang besar untuk mengumpulkan wakaf dan digunakan bagi kesejahteraan umat. "Negara kita adalah negara dengan penduduk mayoritas Islam. Jumlah itu sesungguhnya potensi untuk menggali sumber dana umat, melalui infak, shodaqoh dan wakaf. Itu bisa digunakan untuk kesejahteraan dan memberdayakan umat," kata Presiden. Kepala Negara menjelaskan, wakaf uang bisa menjadi andalan untuk pengembangan ekonomi umat, bisa dikelola dan dikembangkan untuk peningkatan kesejahteraan dan kemajuan bangsa. Wakaf uang pun bisa bersinergi dengan infaq, zakat dan shodaqoh "Sosialisasikan hal ini agar kaum Muslimin bisa pahami dan menerima gerakan ini. Perkuat kelembagaan Badan Wakaf Indonesia, sempurnakan proses dan sistem serta mekanisme penghimpunan, mudah, cepat dan akurat," kata Presiden |